….dan satu lagi tentang berbagi. Lakukan kebaikan dan lupakan!
(via kuntawiaji)

(Source: mychopstick)

88 notes

gadisberjilbab:

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai. Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu. Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah. Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan” padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun. Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik, padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini. Mereka bilang dandananku pucat, padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel Mereka bilang aku nggak gaul, padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng. Mereka bilang: aku sok suci aku tidak menikmati hidup aku nggak ngalir aku fanatik dan sok bau surga. Ku jawab: Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri. Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas. Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.  Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan. Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur) Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga… …Kullu maa huwa aatin qoribun Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat… Manusia dibekali akal oleh Alloh Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya Dan, there is only one choice Baik dan Buruk Benar dan Salah Surga dan Neraka Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut “Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116). Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim) “Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).

gadisberjilbab:

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali akal oleh Alloh
Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya
Dan, there is only one choice
Baik dan Buruk
Benar dan Salah
Surga dan Neraka
Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116).

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).


75 notes

What We Need: True Leader



“Pemimpin itu bicara makna”. -Suara Pelajar Debat 3


Sekarang pertanyaannya, sedalam apa makna yang harus diucapkan seorang pemimpin?

I have no idea.

*sigh*

Tapi yang saya tangkap dari quotes tersebut adalah, bahwa seorang pemimpin harus berbicara pada tempat dan waktu yang tepat.

Bahwa seorang pemimpin harus berada di depan, tengah-tengah, dan belakang pasukannya.

Bahwa menjadi seorang pemimpin tidak bisa main-main.

Oke, bahasannya terlalu berat. Saya hanya ingin share pengamatan saya terhadap orang-orang dengan julukan ‘pemimpin’.

Dari yang dekat dulu ya. Kang Djiwa Margono. Beliau adalah conductor ulung, one of the KPA3’s rehearsal masters. Dari dulu, stereotip seorang conductor adalah pemimpin orkestra / grup yang menentukan tempo, awalan, hingga finishnya sebuah lagu. Atau mungkin bahasa hiperbolanya, hidup mati grup orkestra ada di tangan conductor. #okeitulebaybanget

Dari pengalaman-pengalaman saya dilatih oleh beliau, saya mendapatkan kesan bahwa beliau sangat humble. Penampilannya sederhana, tidak menunjukkan bahwa beliau adalah maestro musik. Bahkan tidak banyak juga orang yang tahu bahwa beliau adalah seorang dokter. Selain itu, Kang Djiwa ini juga tidak sungkan mengakui kesalahannya. Pernah suatu ketika, beliau melatih pada saat kondisi anak-anak KPA sedang down akibat kegiatan sekolah yang (nampaknya) tidak pernah selesai. Suasana cukup boring, memiliki presentase ‘sukses membuat orang tidur’ sekitar 95% (apeu ateuh -__-). Kemudian di tengah-tengah latihan, lagu yang sedang dimainkan mendadak hancur dan tidak beraturan nadanya. Saya langsung membatin, wah udah ga ada yang fokus nih. Intinya, menurut saya kesalahan terletak di tangan para pemain angklung. Tapi tiba-tiba Kang Djiwa angkat bicara, dan dengan tulus mengatakan “maaf, saya salah. Coba diulang lagi lagunya dari awal”. 

Jleb. Beliau mengaku salah bahkan di saat kesalahan itu sebetulnya terletak di tangan anak buahnya. One of the true leader.

Terus ada juga cerita tentang menteri BUMN, Pak Dahlan Iskan, yang dengan sigap turun ke jalan dan bertindak ketika beliau mengetahui bahwa banyak gerbang tol yang tutup tanpa sebab, padahal antrian kendaraan menumpuk. 

Seorang pemimpin yang sigap bertindak ketika mengetahui anak buahnya berbuat kesalahan, walaupun tindakannya disebut-sebut kontroversial. One of the true leader.

Sebetulnya masih cukup banyak contoh pemimpin yang patut ditiru (Nabi Muhammad harus ada di urutan pertama!), tapi yah…segitu dulu deh ya =))

Semoga tulisan ini dapat memberikan makna yang cukup dalam bagi para pemimpin di luar sana. Tidak hanya pemimpin yang memiliki banyak pasukan, tetapi juga pemimpin bagi diri sendiri.

#edisiLatihanKepemimpinanSiswa #padahalnggaikut

Salam sukses!

\(-.-)/ *kowawa in action* 

koaexchange:

Coming Soon!
Konser Orkestrasi Angklung X
May, 2012

koaexchange:

Coming Soon!

Konser Orkestrasi Angklung X

May, 2012

21 notes

kuntawiaji:

Anthony Ladjar, pegiat KRL Mania, memperjuangkan hak pedestrian dengan tidur telentang di jalan. Anthony telentang di trotoar mencoba menghalangi sepeda motor yang akan lewat di jalur tak semestinya atau melalui trotoar. Aksinya itu dipotret oleh Deddy, seorang konsultan yang juga pengguna KRL Commuter Serpong-Kebayoran Lama.
Sebagai masyarakat yang menggunakan transportasi massal seperti kereta dan bus TransJakarta, Anthony dan Deddy akrab dengan aktivitas jalan kaki. Karena prihatin terhadap para pejalan kaki yang selalu kalah di jalurnya, para pengguna KRL itu lantas berkumpul, berdiskusi dan beraksi. Koalisi Pejalan Kaki (KPK), itu sebutannya.
“Secara kuantitas, kami sedikit. Kami kalah menghadang motor. Dipelototi, dimarah-marahi, dan dimaki-maki. Bertindak benar malah menjadi salah. Kita juga melihat Pak Polisi lewat di sana (trotoar), kalau kita mau mengadu, mengadu pada siapa,” keluhnya. (KF-Vey/14/detik)

kuntawiaji:

Anthony Ladjar, pegiat KRL Mania, memperjuangkan hak pedestrian dengan tidur telentang di jalan. Anthony telentang di trotoar mencoba menghalangi sepeda motor yang akan lewat di jalur tak semestinya atau melalui trotoar. Aksinya itu dipotret oleh Deddy, seorang konsultan yang juga pengguna KRL Commuter Serpong-Kebayoran Lama.

Sebagai masyarakat yang menggunakan transportasi massal seperti kereta dan bus TransJakarta, Anthony dan Deddy akrab dengan aktivitas jalan kaki. Karena prihatin terhadap para pejalan kaki yang selalu kalah di jalurnya, para pengguna KRL itu lantas berkumpul, berdiskusi dan beraksi. Koalisi Pejalan Kaki (KPK), itu sebutannya.

“Secara kuantitas, kami sedikit. Kami kalah menghadang motor. Dipelototi, dimarah-marahi, dan dimaki-maki. Bertindak benar malah menjadi salah. Kita juga melihat Pak Polisi lewat di sana (trotoar), kalau kita mau mengadu, mengadu pada siapa,” keluhnya. (KF-Vey/14/detik)

56 notes

Be patient. All good things come to those who wait.
Mother Gothel on “Tangled”

1 note

…Pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita.
Someone :)

3 notes